Saham Tukang Bakso

Beberapa waktu yang lalu, Saya ada baca berita di sebuah artikel di sebuah media online. Dalam artikel itu diceritakan ada sebuah perusahaan teknologi informasi AS yang mengalami kejatuhan nilai pasar saham sampai Rp 260 Trilyun. Besar banget ya. Itu duit semua gk sih. Ngeri banget ruginya. Kalo dikasi ke negara Saya bisa buat nalangin subsidi BBM tuh.

Peristiwa kerugian (katanya sih rugi) itu berawal dari terungkapnya ke publik (bisa dilihat oleh banyak orang) data-data photo pribadi yang di-up load ke salah satu program, pada produk telepon pintar milik perusahaan tersebut. Kalo photo-nya biasa-biasa aja sih gpp. Tapi ini bukan photo biasa. Tapi photo tanpa busana sejumlah artis. Memalukan, bukan ? Sontak aja semua pelanggan marah. Termasuk sejumlah artis tersebut.

Akibatnya kredibilitas keamanan perusahaan itu jadi buyar alias tidak dipercaya lagi. Kalo tidak dipercaya lagi, kemungkinan akan ada sejumlah pelanggan yang hengkang dari menggunakan produk mereka. Mereka akan mencari produk perusahaan sejenis yang menawarkan keamanan yang lebih baik.

Saya rasa mungkin ini yang menyebabkan nilai pasar saham perusahaan itu jadi anjlok. Kalau pun benar Saya memakluminya. Soalnya gini. Telepon pintar itu khan wilayah pribadi sekali. Sudah seperti buku diary bagi sejumlah pengguna. Terutama bagi kalangan wanita. Mereka so pasti sering SELFIE. Suka photo-photo sendiri melulu. Itulah sebabnya mereka memilih telepon pintar yang tingkat keamanannya tinggi.

Disini Saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang perusahaan naas itu. Saya hanya ingin membahas sisi moral-nya. Apa pelajaran dari peristiwa itu bagi kehidupan bisnis Saya, Anda dan Kita semua, yang akan dan sedang dibangun nantinya atau saat ini.

Setiap pengusaha pasti memiliki rencana bisnis yang bagus. Anda setuju, bukan ? Sebab kalo tidak bagus maka sudah dipastikan sejak awal pengusaha itu memang mau rugi dan bangkrut. Mana ada pengusaha mau merencanakan untuk bangkrut. Sehingga buat Rencana bisnis itu harus bagus, rinci dan mudah untuk di-realisasikan.

Rencana itu pasti termasuk rencana permodalan. Sami mawon, Useless, kalo bisnis gk punya modal. Atau gk ada modalnya. Modal itu sama seperti udara bagi manusia. Sangat penting. Kalo yang namanya modal pasti tidak lepas dari yang namanya kredit. betul Tidak ne ? Namun Tahukah Anda istilah kredit itu berawal dari istilah kepercayaan. Ya. Kepercayaan. TRUST. Anda dipercaya atau tidak. Jadi Anda gk perlu capek-capek bolak-balik keluar masuk Bank kalau Anda tidak memiliki TRUST. Sebab itu hanya buang-buang waktu Anda saja. Sudah pasti Bank tidak akan mau menyalurkan kreditnya ke perusahaan atau bisnis Anda.

Sebelum Anda mencari kredit ke Bank, Anda harus memiliki TRUST dahulu. Memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dulu. Kalo belum ada, bangun TRUST. Caranya mungkin dengan meningkatkan pelayanan yang lebih dan berkualitas terhadap pelanggan Anda. Atau bisa dengan membuat standar produk atau jasa yang Anda miliki setara dengan produk atau jasa kelas dunia. Kemudian jaga terus. Lakukan dengan penuh keikhlasan. Lakukan secara rutin. Jika produk atau jasa bisnis Anda digunakan bahkan mereka (para pelanggan Anda)  fanatik dengan produk atau jasa Anda, sudah pasti Anda akan memiliki TRUST yang tinggi. Kalo TRUST bisnis Anda tinggi, siapa coba yang tidak mau meminjamkan modalnya alias memberi kredit kepada Anda.

Saya pikir mungkin itu sebabnya Saya lihat di beberapa Bank yang mensyaratkan untuk pengambilan kredit pinjaman untuk bisnis yang sudah berjalan lebih dari 2 tahun. Dibawah itu mereka sering menolak. Mungkin menurut manajemen Bank, bisnis yang telah berjalan 2 tahun, sudah cukup memiliki TRUST. Disamping tentunya ditambah beberapa kriteria dan persyaratan lain.

Atau jika Bank tetap tidak bersedia memberikan kreditnya kepada Anda, Anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk menerbitkan saham agar bisa dibeli oleh pelanggan Anda yang setia dan fanatik tadi. Dengan begitu, modal yang selama ini Anda pusing mencarinya, menjadi terselesaikan karena TRUST yang telah Anda bangun tersebut. Saham yang terjual bisa menambah modal untuk mengembangkan bisnis Anda. Tapi tentunya bukan saham tukang bakso. yang cuma saham aja tapi bisnisnya gk jalan sama sekali. Semua rekayasa doang hanya untuk menutupi uang hasil korupsi. Alhasil uang hilang, pemilik perusahaan kabur entah kemana.

Gimana, apa Anda tertarik mendirikan perusahaan yang bisa menerbitkan saham ? Jangan tunggu sampai ayam berkokok, segera hubungi konsultan terdekat atau Anda bisa menghubungi Saya. Time is Money, you know. Salam…!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s