Tagihan Naik Gaji Turun, Ah Gk Peduli

Akhir-akhir ini Saya sering mendengar beberapa ibu-ibu yang mengeluh. Mereka mengeluh tentang beratnya kehidupan yang harus mereka jalani. Mereka mengambil alasan dengan tagihan yang terus merangkak naik. Sementara gaji suami mereka tidak pernah naik. Bahkan terkadang turun. Padahal kebutuhan hidup mereka terus bertambah seiring dengan hadirnya anak-anak mereka dalam kehidupan mereka. Jika tidak penjelasan yang bijak dari suami mereka, keluh kesah mereka bisa berujung kepada permasalahan keluarga, yang memiliki kemungkinan tidak akan pernah terselesaikan.

Keluh kesah mereka sangat Saya maklumi. Tagihan rumah tangga mulai dari listrik, air, gas, ongkos angkutan umum sampai kepada makanan pokok semuanya terus mengalami kenaikan. Ini sesuatu yang tidak mungkin diabaikan. Sebab dasar kenaikan adalah membengkaknya biaya produksi semua kebutuhan pokok itu. Kenapa ? Karena harga BBM dinaikkan.

Harga bahan bakar bermotor atau BBM sangat berpengaruh terhadap semua tagihan. Harga BBM adalah salah satu biaya produksi. Jika harga BBM ini naik maka semuanya pasti naik. Mulai dari listrik, air, gas, ongkos angkutan umum dan semua yang menggunakan BBM sebagai faktor operasional rutinnya. Semua akan mengikuti kenaikan harga BBM.

Siapa yang menaikkan harga BBM  ? Ya Pemerintah. Kenapa ? Karena Pemerintah ada kebutuhan hidupnya juga. Pemerintah ada manajemen keuangannya juga. Pemerintah perlu duit juga. Sama seperti rumah tangga Anda. Pemerintah perlu mengatur keuangannya agar bisa menjalani kebijakan menyediakan sekolah, jalan, jembatan dan pembangkit listrik. Pemerintah juga perlu menyediakan pertahanan dari serangan negara lain dan keamanan untuk semua rakyatnya.

Apakah Anda mau lagi tidur di malam hari, tiba-tiba ada bom meledak di depan rumah Anda seperti di Palestina. Gk mau kan ? Itulah sebabnya Pemerintah mengatur harga-harga agar kebutuhan hidupnya bisa terus terjaga. Salah satunya menaikkan harga BBM.

Sebenarnya jika Pemerintah mengganti faktor produksi selain BBM bisa saja. Namun biaya untuk menggantinya sangatlah besar. Belum lagi ditambah dengan peralihan konsumsi masyarakat yang memakan waktu yang tidak sedikit. Semua masalah itu membuat Pemerintah ogah membuat kebijakan populer tersebut.

Kalau Saya ditanya oleh ibu-ibu itu, “Mas, apa solusinya ?”. Saya dengan tenang menjawab, “Ini waktunya Ibu-ibu untuk berbisnis”. Ya. Berbisnis. Bisnis bisa menalangi kenaikan harga barang. Dengan berbisnis kita tidak akan khawatir lagi dengan kenaikan harga tersebut. Keuntungan dari bisnis akan membuat kita tidak terlalu pusing dengan kenaikan-kenaikan itu.

Mungkin sebagian ibu-ibu itu akan lemas mendengar jawaban Saya. Mereka mungkin akan beralasan tidak adanya modal dan waktu untuk berbisnis. Saya memaklumi juga akan jawaban spontan mereka. Karena Saya sudah mengalaminya. Disinilah Saya hadir untuk membimbing mereka agar mereka paham dalam berbisnis.

Inti dari Bisnis adalah menyediakan solusi bagi permasalahan masyarakat. Apa pun itu. Jika Anda ingin berbisnis, pertanyaan yang harus Anda ajukan adalah

“Apa keahlian atau kemampuan Saya, yang bisa Saya gunakan untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat, tanpa mengganggu aktivitas penting dan tabungan pribadi Saya?”

Pertanyaan ini harus Anda ajukan terus menerus sampai Anda mendapatkan ide bisnis yang brilian.

Jawabannya Anda yang tahu sendiri. Terkadang jawabannya bisa menciptakan sebuah ide bisnis bagi Anda. Bahkan terkadang Anda sudah menjalankannya. Ingat!! tidak semua bisnis memakai modal atau waktu Anda. Ada bisnis hanya dengan mengajak kerjasama teman-teman Anda yang memiliki waktu dan modal mereka. Kemudian hasilnya dibagi dua.

Bisnis yang baik adalah bisnis yang mudah, murah, omzet gede dan bisa dilakukan tatkala waktu luang. Kalo bisnis njelimet, modalnya besar, perlu toko, perlu waktu khusus, perlu karyawan, perlu ini, perlu itu, Anda harus yakin itu bukan bisnis. Tapi itu ujian mendapatkan gelar DOKTOR di perguruan tinggi.

Anda harus tahu bahwa bisnis itu sederhana. Camkan dalam pikiran Anda bahwa bisnis itu harus MUDAH, MURAH dan MEMUKAU. Memukau disini berarti omzet atau penghasilannya melebihi tagihan rutin bulanan Anda. Kalo misalnya tagihan bulanan Anda Rp 1 juta maka omzet bisnis Anda harus Rp 2 juta. Anda jangan terpengaruh dengan saudara, teman atau rekan kerja Anda yang mengatakan bahwa bisnis itu harus punya uang banyak, harus punya toko, harus punya karyawan dan sebagainya. Saya berani memastikan bahwa semua perkataan mereka itu sama sekali tidak beralasan.

Tahukah Anda bahwa ada banyak pengusaha sukses di dunia ini yang memulai bisnisnya dari tidak adanya modal atau pendidikan. Bahkan ada diantara mereka yang tidak memiliki anggota tubuh yang sempurna. Semua bisnis mereka berawal dari sebuah IMPIAN. IMPIAN yang terus menerus dikembangkan setiap hari. IMPIAN yang mereka bawa kemana pun mereka pergi. Alhasil dalam perjalannnya mereka mendapatkan modal dengan sendirinya. Dan ternyata mereka berhasil mewujudkannya.

Sebagian besar orang Saya lihat tidak mau mewujudkan IMPIAN mereka hanya karena perkataan teman-teman mereka. Mereka pikir teman-teman mereka itu TUHAN, yang bisa menebak jalan hidup mereka. Padahal kalo kita tanya teman-teman mereka itu, mereka akan mengatakan tidak pernah mengalaminya. Namun anehnya koq bisa mengatakan tidak berhasil, tidak mungkin dan tidak tidak lainnya. Sementara mereka masih berdiri di tempat yang sama.

Berbisnis atau membuka usaha adalah perbuatan mulia. Jika bisnis kita maju dan berkembang maka kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Bisa membantu meringankan saudara-saudara yang kurang mampu. Bisa membantu anak-anak yatim melanjutkan sekolahnya. Sehingga raut wajah selalu awet mudah karena kebahagiaan bisa membantu orang lain.

Saya ingin bertanya apakah Anda tidak ingin AWET MUDA ? Kalo Anda menjawab ingin, mulailah berbisnis. Jadi Pengusaha itu AWET MUDA lho. Percayalah.

Lalu pertanyaannya adalah, “CARANYA GIMANA YA ?”.

Setelah Anda menemukan ide bisnis dari menjawab pertanyaan diatas, ya Anda harus berani memulai. Caranya dengan memulai. Ya memulai aja. Dan jangan banyak mikir. Tidak ada cara lain. Mulai aja SEKARANG. Ya. SEKARANG. Bukan NANTI. Bukan BESOK. Bukan pas PENSIUN. Bukan pas TUA. Bukan pas anak sudah BESAR. Dan bukan pada waktu-waktu lain. Tapi SEKARANG. SAAT INI. DETIK INI.

Kenapa ? Karena kalo Anda menunda-nunda maka Anda akan semakin pusing dengan tagihan yang terus merangkak naik tadi. Kalo Anda pusing maka pikiran Anda akan susah menciptakan ide. Akhirnya pikiran Anda mempengaruhi kesehatan tubuh Anda. Jika kesehatan tubuh Anda terganggu maka Anda akan sakit juga. Kalo Anda sakit, bukannya tagihan akan terbayar malahan akan menambah beban Anda dalam hal tagihan rumah sakit nantinya.

Itulah sebabnya Saya sangat menyarankan untuk segera merealisasikan ide bisnis yang sudah Anda temukan dari menjawab pertanyaan diatas. Segeralah Memulai. Memulai lah SEKARANG JUGA. Bila Anda masih bingung, Anda bisa menghubungi Saya di nomor ponsel yang tertera di bagian penulis. Saya siap membantu Anda menemukan ide bisnis yang cocok bagi kehidupan Anda. Salam…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s