Atasi Osteoarthritis dengan Glucosamine HCL

Waktu itu Saya sedang bekerja, tiba-tiba pergelangan tangan sebelah kanan Saya koq terasa agak nyeri. Saya langsung menggerak-gerakkannya sampai nyeri itu hilang. Dugaan Saya jika kita menggerak-gerakkannya maka aliran darah yang mungkin sedang tersumbat bisa lancar kembali. Ternyata benar. Akhirnya nyeri itu hilang setelah Saya menggerak-gerakkannya. Setelah nyeri itu hilang, baru Saya sadar bahwa selama ini Saya telah terlalu keras dalam bekerja.

Saya sampai lupa bahwa istirahat itu penting. Jika Saya terlalu lama dalam bekerja sampai lupa istirahat, maka Saya akan merusak sistem kesehatan tubuh Saya, yang paling berharga dari apa pun yang Saya miliki di dunia ini. Jika itu terjadi maka Saya tidak akan pernah bisa bekerja lagi seumur hidup Saya.

Saya melihat banyak orang, baik itu saudara, teman dan rekan kerja Saya, terlalu sibuk mengejar uang. Dari pagi sampai malam hari. Sementara kesehatan tubuh mereka tidak terlalu dipedulikan. Pola makan, olahraga dan istirahat tidak menjadi perhatian penting bagi mereka. Yang menjadi fokus mereka hanyalah uang, uang dan uang. Padahal ketika sakit datang, uang yang mereka kumpulkan bertahun-tahun itu menjadi sumber penghasilan para dokter dan pemilik rumah sakit.

Saya bukan menganggap jelek pola hidup mereka yang mencari uang. Mencari uang itu penting. Kelangsungan keluarga mereka memang sebagian besar tergantung dari berapa uang yang mereka peroleh. Namun alangkah ngerinya jika siklus kegiatan harian mereka hanya tok diisi mencari uang. Mereka lupa bahwa tubuh mereka itu bukan robot. Tubuh mereka itu perlu sumber energi dan istirahat. Jika mereka terus menerus seperti itu, bukan tidak mungkin mereka akan terbaring sendirian di ruang rawat inap di sebuah rumah sakit.

Ada banyak penyakit yang sering menyerang kaum profesional. Kaum yang katanya sehari-harinya bekerja non stop. Workaholic. Diantaranya adalah penyakit radang sendi. Atau dinamakan oleh para ilmuwan dengan Osteoarthritis.

Memang sih penyakit radang sendi ini bukan saja menyerang kaum diatas. Tapi kayaknya Saya lihat koq kumpulan orang-orang kayak mereka yang sering mengeluh begituan. Mungkin karena terlalu sibuk bekerja kalee ya. Entahlah. Yang penting kali ini Saya mau berbagi cerita sedikit tentang penyakit radang sendi atau istilah kerennya Osteoarthritis. Saya juga akan memberikan solusi alternatifnya. Bagaimana mengatasinya dengan cara yang lebih murah dan praktis. Mudah-mudahan bermanfaat.

arthritic_jointsKata ilmuwan ne, osteoarthritis itu salah satu bentuk penyakit degeneratif. Yaitu penyakit yang menyerang orang-orang yang sudah mulai menjelang tua. Ya bisa dikatakan untuk orang yang umurnya diatas 40 tahunan gitu. Namun penyakit ini ada juga menyerang orang muda. Orang yang umurnya 20 s/d 30 tahun. Katanya sih karena orangtua mereka pernah menderita penyakit yang sama. Jadi warisan gitu.

Gejala penyakit ini beragam. Mulai dari nyeri pada pergelangan tangan, leher, pinggang, punggung, lutut, pergelangan dan jari-jari kaki, sampai dengan pembengkakan. Dahulu orang-orang tua bilang ketika terjadi gejala seperti itu, mereka ngomongnya “Aku sakit tulang”, “aku kesemutan”, “aku sakit rematik”, “aku sakit asam urat”. Sebenarnya itu semua adalah osteoarthritis juga. Cuma karena udah terkenal dengan rematik dan asam urat, ya mereka sebutin dengan nama itu.

Dalam situs Perhimpunan Reumatologi Indonesia, penyakit ini disebut dengan Pengapuran Sendi. Menurut mereka, Osteoartritis (OA) adalah suatu penyakit kronis yang mengenai sendi dan tulang di sekitar sendi tersebut. Kata mereka juga, dulu OA dianggap penyakit degeneratif, atau penyakit orang tua karena sendi menjadi aus atau usang, namun dewasa ini diketahui melalui penelitian-penelitian ternyata selain akibat aus terdapat proses peradangan yang mempengaruhi kerusakan pada sendi tersebut, walaupun peradangan yang terjadi tidak sehebat penyakit radang sendi yang lain seperti artritis reumatoid.

Selain diakibatkan oleh aus, osteoartritis juga dapat disebabkan oleh karena trauma atau akibat dari penyakit sendi yang lain (sekunder). Tulang rawan yang terdapat di antara sendi berfungsi sebagai bantalan pada saat sendi dipakai, namun karena bagian ini rusak maka permukaan tulang pada sendi tersebut saling beradu sehingga timbul rasa nyeri, bengkak dan kaku.

Keluhan yang dirasakan pasien OA adalah nyeri pada sendi, terutama sendi yang menyangga berat tubuh (seperti sendi lutut atau pinggang). Nyeri terutama dirasakan sesudah beraktivitas menggunakan sendi tersebut, dan berkurang jika istirahat.

Kadang-kadang timbul rasa kaku di sendi tersebut pada pagi hari sesudah bangun tidur, berlangsung kurang dari 30 menit. Kaku ini akan membaik setelah digerak-gerakkan beberapa saat. Bila digerakkan bisa terdengar bunyi “krek” krepitus. Setelah beberapa waktu kemudian penyakit ini dapat memberat sehingga terasa nyeri juga pada saat sedang istirahat. Penekanan pada beberapa bagian tertentu di sekitar sendi yang nyeri akan terasa sakit. Gerak sendi juga menjadi terbatas karena nyeri.

Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat menegakkan diagnosis OA, namun pemeriksaan radiologi (rontgen) dapat membantu, walaupun hasilnya seringkali tidak sesuai dengan gejala yang dirasakan pasien. Pada rontgen dapat terlihat gambaran celah sendi yang menyempit, tumbuh tulang kecil (osteofit) dan terjadi sklerosis (pengapuran) disekitar sendi yang terkena tersebut.

Usia tua merupakan salah satu faktor risiko terjadi OA. Hampir semua orang di atas usia 70 tahun mengalami gejala OA ini, dengan tingkat nyeri yang berbeda-beda. Sebelum usia 55 tahun perbandingan OA pada pria dan wanita sebanding, namun pada usia di atas 55 tahun lebih banyak pada wanita.

Faktor risiko lain adalah riwayat keluarga dengan OA, berat badan berlebih, pekerjaan yang membutuhkan jongkok atau berlutut lebih dari 1 jam/ hari. Pekerjaan mengangkat barang, naik tangga atau berjalan jauh juga merupakan risiko.

Olah raga yang mengalami trauma pada sendi seperti sepak bola, basket atau voli juga meningkatkan risiko OA. Beberapa penyakit lain yang bisa menimbulkan OA sekunder antara lain artritis reumatoid, gout, hemofilia.

Osteoartritis tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini biasanya makin lama makin memburuk sejalan dengan usia. Tetapi keluhan OA dapat dikontrol sehingga penderita OA dapat beraktivitas seperti biasa dan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa rasa nyeri. Beberapa obat dapat membantu perlambatan kerusakan yang terjadi, mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri. Selanjutnya jika tetap nyeri walaupun sudah menjalani semua prosedur pengobatan maka pilihan terakhir adalah operasi. Pemasangan sendi palsu pada sendi yang rusak itu dapat membantu pasien-pasien yang tidak respon terhadap terapi.

A. Terapi Non Farmakologis atau Tidak Pakai Obat

Edukasi

Pertama-tama penderita OA harus mengerti dulu apa yang terjadi pada sendinya, mengapa timbul rasa sakit dan apa yang perlu dilakukan, sehingga pengobatan OA dapat berhasil. Pada saat beraktivitas terasa nyeri dan jika istirahat nyeri hilang, sehingga banyak penderita memilih diam, seminimal mungkin melakukan aktivitas agar tidak nyeri, hal ini kurang tepat karena otot-ototnya akan menjadi lemah kalau jarang digunakan, selanjutnya beban ke sendi akan menjadi lebih berat dan pada saat berjalan/ bangun dari duduk nyeri semakin hebat. Pasien OA harus berusaha agar tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari, latihan dan tidak menjadi beban bagi orang di sekitarnya, karena itu edukasi sangatlah penting dalam penanganan penyakit OA ini.

Selain itu penderita harus hati-hati menggunakan obat-obat “stelan”atau beberapa macam “jamu” yang dijual bebas dengan promosi “ dapat menghilangkan rematik atau asam urat” Campuran yang terdapat dalam obat-obat ini kadang dapat berbahaya bagi pasien yang mengkonsumsikannya. Efek samping yang terjadi adalah mata rabun, tulang keropos, tensi darah meningkat, lambung luka bahkan ada yang sampai muntah darah, ginjal terganggu dan bahkan sampai fatal dan menyebabkan kematian. Hindari penggunaan obat-obat seperti ini.

Kompres

Jika sendi sedang bengkak maka pilihannya adalah kompres dingin, dan jika sudah teratasi atau rasa kaku maka pilihannya adalah kompres hangat

Menjaga berat badan ideal

Penting memperhatikan berat badan. Jika BB berlebih harus diturunkan sampai BB ideal. Berat badan yang berlebih akan menjadi beban bagi sendi-sendi yang menopang tubuh, sehingga semakin nyeri.

Diet yang seimbang

Selama ini banyak mitos yang beredar di masyarakan mengatakan bahwa makan sayur-sayuran hijau atau kacang-kacangan dapat menyebabkan nyeri sendi, hal ini tidaklah tepat. Sayur-sayuran dan kacang-kacangan tidak menyebabkan nyeri sendi. Tidak ada makanan tertentu yang menyebabkan nyeri pada OA, namun makan yang berlebihan sehingga berat badan meningkat akan menambah nyeri, karena menambah beban pada sendi untuk menopang berat badan.

Perubahan gaya hidup

Hindari posisi atau keadaan yang menimbulkan trauma pada sendi seperti jongkok, lompat, lari, terlalu sering naik-turun tangga atau berdiri terlalu lama.  Tetap menjalani aktivitas sehari-hari. Jika timbul nyeri istirahatlah sejenak, atasi nyerinya dan kembali beraktivitas. Jika pekerjaan Anda menimbulkan nyeri maka harus melakukan penyesuaian terhadap pekerjaan tersebut, contohnya jika memasak di dapur dan saat berdiri lama timbul nyeri maka usahakan pada saat menyiapkan masakan dapat dikerjakan dalam posisi duduk, sehingga tidak berdiri terlalu lama di dapur. Contoh lain, jika biasanya mencuci baju dalam posisi jongkok, maka gunakan kursi pendek untuk duduk saat mencuci sehingga dapat mengurangi trauma pada lutut.

Latihan

Menggunakan otot-otot, terutama otot paha bagi mereka yang mengalami OA pada lututnya merupakan terapi yang baik. Cara latihan adalah dalam posisi berbaring terlentang lalu angkat kaki lurus (lutut tidak ditekuk) setinggi 30 derajat lalu pertahankan sampai 8 hitungan (10 detik) kemudian turunkan dan ganti ke kaki sebelahnya. Lakukan secara bergantian selama beberapa kali. Latihan ini dapat menguatkan otot paha jika dilakukan berulang-ulang beberapa kali dalam sehari dengan jumlah yang meningkat secara bertahap dari hari ke hari.

Latihan yang lain adalah menaruh handuk di bawah lutut, lalu dalam posisi berbaring terlentang atau duduk, menekan handuk tersebut dengan cara mengencangkan otot-otot paha kemudian ditahan dalam 8 hitungan (10 detik) kemudian direlaks kan lagi, bergantian paha kiri dan kanan. Latihan ini dilakukan bertahap dan semakin hari semakin meningkat frekuensinya.

Olah raga

Pilihan olah raga yang dianjurkan pada pasien OA adalah berenang dan bersepeda, kedua olah raga ini tidak menggunakan beban berat tubuh sehingga mengurangi nyeri sendi. Jika tidak memungkinkan untuk kedua olah raga tersebut maka jalan kaki di tempat yang datar dan rata dapat dilakukan dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing penderita.

Alat bantu

Menggunakan alat bantu untuk sendi seperti tongkat, walker, dan “deker” atau suatu alat pelindung untuk sendi dapat membantu dalam melakukan aktivitas. Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan alat bantu yang tepat dengan keadaan OA yang diderita.

B. Terapi Farmakologis atau Menggunakan Obat

Parasetamol

Merupakan pilihan obat yang cukup aman untuk mengobati OA, kecuali pada mereka yang alergi terhadap obat ini. Obat yang dikenal sebagai tablet penurun panas ini mempunyai efek mengurangi rasa nyeri sehingga dapat digunakan pada OA. Pasien OA perlu mendapat anti nyeri selama waktu tertentu sehingga bisa kembali beraktivitas, melakukan latihan terhadap otot-ototnya supaya otot-ototnya menjadi kuat dan mengurangi beban terhadap sendinya.

–  Obat anti inflamasi non steroid

Penggunaan obat-obat ini harus melalui konsultasi dengan dokter. Efek samping obat-obat golongan ini terutama mengenai lambung, ginjal dan jantung, karena itu sebelum digunakan harus berkonsultasi dengan dokter. Obat golongan ini dapat mengurangi radang yang terjadi di sendi dan sekitarnya, sehingga rasa nyeri akan jauh berkurang.

–  Obat-obat suplemen

Glucosamine, Kondrotin, diacerin dan kapsaisin dll, merupakan suplemen untuk OA yang banyak ditemukan dalam masyarakat. Meskipun relatif aman namun sebaiknya konsultasikan juga dengan dokter, bagaimana manfaatnya, sampai kapan boleh digunakan dan efek apa yang harus diperhatikan.

Suntikan hyaluronat

Obat ini diberikan dalam bentuk suntikan langsung ke dalam rongga sendi, berfungsi sebagai pelumas dan menambah cairan sendi. Penggunaannya harus hati-hati dan hanya boleh dilakukan oleh dokter yang ahli dalam menyuntikannya, karena jika tidak tepat atau kurang steril maka akan berbahaya bagi pasiennya. Ada beberapa macam obat dengan kekentalan yang berbeda-beda sehingga penyuntikannya ada yang sekali, atau 2 sampai 5 kali suntik dengan jarak 1x seminggu.

Suntikan kortikosteroid

Obat ini dapat digunakan pada keadaan sendi yang meradang dan bengkak. Dokter akan menyuntikan obat ini setelah mengeluarkan terlebih dahulu cairan berlebihan dari sendi yang bengkak, fungsinya sebagai anti radang. Penggunaan obat ini juga harus hati-hati maksimal 3 kali dalam setahun, karena kalau terlalu sering malah berakibat kerusakan pada sendi itu sendiri (steroid artropati).

C. Terapi Bedah

Operasi atau tindakan bedah merupakan alternatif terapi bagi penderita OA yang sudah tidak respon dengan terapi farmakologi maupun non farmakologi di atas. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain adalah:

Artroskopi

Menggunakan alat kecil yang dimasukan ke dalam rongga sendi untuk membersihkan tulang rawan yang rusak. Biasanya biayanya berkisar antara Rp 100 sampai dengan Rp 150 juta.

–  Sinovektomi

Operasi untuk mengatasi jaringan sendi yang mengalami peradangan

Osteotomi

Operasi yang dilakukan terhadap salah satu bagian tulang sehingga posisi dan letaknya menjadi lebih baik dan mengurangi rasa nyeri pasien.

Penggantian sendi

Operasi menggantikan sendi yang rusak dengan sendi baru yang terbuat dari bahan metal.

Sebenarnya ada cara yang lebih murah dan praktis. Yaitu dengan menggunakan obat suplemen. Disini Saya menyarankan Glucosamine HCL with Boswellia dari Nutrilite. Kenapa ?

Karena Nutrilite adalah pelopor makanan tambahan atau suplemen di dunia. Sudah lebih dari 80 tahun, Nutrilite meneliti dan mengembangkan produk-produk suplemen di pasaran. Dengan dukungan dari 500 orang ilmuwan dari berbagai keahlian, 1000 hak paten dan 65 laboratorium, Nutrilite mampu menciptakan produk-produk suplemen unggulan.

Apalagi lahan untuk sumber produksi mereka adalah lahan organik. Apakah Anda tahu apa itu lahan organik ? Lahan organik  adalah lahan atau tanah yang dibuat, diperhatikan, dijaga dan diteliti secara berkala, agar kemurnian, kualitas, kegemburan dan kemantapan manfaat dari tanah itu bisa mendukung tumbuh kembangnya tanaman yang ditanam disitu. Sehingga lahan organik ini sangat membedakan dari lahan-lahan lainnya. Tanaman-tanaman yang tumbuh di lahan tersebut bebas dari polusi, bebas dari pembasmi hama, bebas dari perilaku manusia yang jelek, sehingga sangat meningkatkan kualitas produksi suplemen nantinya. Itulah sebabnya Nutrilite selalu mendapatkan penghargaan dari berbagai lembaga pemerhati kualitas suplemen dunia.

nutrilite-glucosamine-with-boswelliaSalah satu produk unggulannya adalah Nutrilite Glucosamine with Boswellia. Produk suplemen ini adalah produk  suplemen yang di-ekstrak dari kulit udang dan kepiting berwarna merah jambu yang hidup di perairan Lautan Atlantik Utara. Kenapa harus dari kulit udang dan kepiting ?

Karena hanya kulit udang dan kepitinglah yang mengandung Glucosamine yang terbaik. Apa itu Glucosamine ? Glucosamine adalah senyawa yang mampu menumbuhkan sel-sel tulang rawan yang rusak pada sendi tulang manusia. Ini hasil penelitian. Kenapa harus dari perairan Atlantik Utara ?

Karena di lautan tersebut makhluk seperti udang dan lainnya, bebas dari polusi. Apakah Anda tahu lautan sekarang ini banyak dilintasi kapal-kapal pembawa minyak dan barang ekspor impor. Jadi terkadang kapal-kapal tersebut menumpahkan barang-barang atau cairan yang bisa mencemarkan lautan. Dan yang pertama kali tercemar adalah udang dan ikan-ikan. Jadi Anda bisa bayangkan betapa mengerikan jika udang-udang itu masuk ke dalam tubuh kita.

Sedangkan Boswellia adalah tumbuhan yang telah dikenal lama di dunia herbal India. Tumbuhan ini dipercaya mampu mengurangi peradangan yang terjadi pada persendian tadi. Sehingga Nutrilite Glucosamine with Boswellia ini sangat berkualitas di dunia suplemen untuk mengatasi penyakit radang sendi.

Bila Anda berminat dan ingin membelinya, Anda bisa menghubungi Saya di nomor ponsel sbb :

+62 813 60 99 4001

pada hari kerja (Senin – Jumat pukul 08.00 s/d 16.00 wib)

atau via e-mail di

arafat.myasir@gmail.com 

harganya Rp 485.000 + ongkos kirim (isi 150 kapsul)

Catatan Penting : MOHON DIBACA !!!

Ingat ! Kesehatan itu sangat penting. Sangat penting. Memang bukan segala-galanya. Namun jika Anda sakit, segala apa pun yang Anda miliki tidak ada guna. Tidak ada fungsinya sama sekali…

Saya sudah menyaksikan sendiri, bagaimana seorang Ayah dari 3 anak yang memiliki harta Rp 1 Milyar,  tidak berdaya menghadapi penyakitnya. Padahal hartanya melimpah. Akan tetapi karena penyakitnya berat, hartanya habis pun, penyakitnya tidak kunjung sembuh.

Dan yang paling harus Anda perhatikan adalah Mencegah Lebih Baik dari Mengobati. Seorang Ayah yang Saya ceritakan diatas bukan tidak menjaga kesehatannya. Beliau sangat menjaga kesehatannya. Beliau sangat perhatian dan sangat teliti terhadap setiap makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Namun karena Usia, Beliau tidak mampu lagi menjaga hal tersebut. Akibatnya makanan yang sebelumnya bisa Beliau saring, menjadi tidak tersaring lagi karena lemahnya pikiran dan tenaga beliau. Anak-anak Beliau tidak mengerti sama sekali tentang hal itu. Sehingga tubuh Beliau semakin lama semakin rusak akibat dari makanan yang tidak baik tersebut.

Oleh karena itu Saya menyarankan kepada Anda pembaca, sejak dini, sejak sekarang, Anda harus mendidik diri Anda, istri atau suami dan anak-anak Anda tentang kesehatan tubuh, sistemnya, cara kerja organ tubuh, makanan-makanan yang sehat, air yang sehat, lingkungan yang sehat, cara makan yang sehat, pola makan yang sehat, olahraga yang sehat dan faktor-faktor yang menunjang kesehatan lainnya. Sebab KESEHATAN itu TIDAK TERNILAI HARGANYA…Wassalam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s