Service High Class Omzet Melangit

Kebetulan waktu itu Saya ada berkunjung ke tempat saudara Saya. Karena Dia membuka usaha, Saya diajak melihat-lihat usaha tsb.

Salah seorang anggota keluarga besar Saya itu membuka usaha di bidang kuliner. Tepatnya dia buka kedai kopi. Kebetulan dia memiliki sebuah bangunan toko 2 pintu. Jadi dia buka disitu.

Saya lihat lokasinya juga sangat bagus. Yaitu dekat dengan sebuah institusi pendidikan terbaik di daerah itu. Saya melihat, setiap hari, ada sekitar 2000 orang yang berlalu lalang di depan tokonya itu. Kayaknya apa pun usahanya, bakalan laris.

Saudara saya itu bilang kepada Saya bahwa alasan dia membuka usaha itu karena memang di kota itu, bisnis kedai kopi sedang trend trend-nya. Ya ceritanya ne dia ngikutin trend.

Saya melihat, nuansa dan suasana, yg dibangun saudara Saya pada toko itu, sangat cocok bagi org yg ingin melepas lelah. Atau cocok juga buat anak-anak pelajar dan mahasiswa yg ingin mengerjakan tugasnya. Selain kursi dan mejanya nyaman, desain dan warnanya juga enak dipandang. Sehingga Saya yakin akan ada banyak pelanggan yang akan masuk.

Setelah mendapatkan penjelasan singkat, Saya tidak berkata apa-apa selain mengucapkan, “BAGUS itu. Lanjutkan !

Anehnya selang beberapa menit dari ucapan Saya itu, Saudara Saya itu nyeletuk,

Apanya yang BAGUS. Habis modal. Gmn gk. Semua pelanggan maunya gratis. Mulai dari Wi Fi gratis, Siaran Bola Gratis sampai dengan air gratis. Mereka gk ada yg mau mampir, jika tdk ada yg gratis. Kalo begini terus. Kapan untungnya ?  Belum lagi masalah karyawan yg males kerja krn tdk digaji. Pusying deh..

Saya tersenyum mendengar curhat Saudara Saya itu. Dalam hati Saya, Saya bergumam, “Belum tau dia. Teknik The Power of Gratis. Kalo dia tau teknik tsb. Pasti dia akan tergila-gila..he..he2

Banyak pengusaha pemula, Saya lihat, tidak pernah memikirkan apa yg pelanggan butuhkan, dari produk atau jasa yang mereka jual. Kalo mereka tahu apa yg dibutuhkan, pasti dia tidak akan segan-segan utk memberikan sesuatu yang gratis. Kebanyakan dari para pengusaha yang kelebihan duit itu, berpikir hanya dari sudut pandang mereka. Bukan dari sudut pandang pelanggan.

Sebenarnya seorang pelanggan itu tdk peduli dengan yg gratis itu. Yg mrk peduli adalah apa yg mereka inginkan atau apa yang mereka butuhkan, tersedia atau tidak, pada usaha yg dimiliki oleh para pengusaha itu. Itu saja. Kalo mrk (para pelanggan) merasa, usaha itu tdk memenuhi apa yg mrk butuhkan, sdh tentu mrk tdk akan menggunakan produk atau jasa yang tersedia. Mrk Gk akan masuk toko. Jadi Gk usah dibilang juga, mrk sudah pasti enggan.

Memang sih kalo dipikir-pikir, modal bakalan habis jika dikasih Gretong alias Gratis terus. Namun yg pengusaha pemula itu tdk tau adalah Sebenarnya Gratis itu hanya sementara. Just a while. Bukan forever. Bukan selamanya. Teknik itu hanyalah penarik perhatian doang.

Jika omzet naik, Teknik Gratis itu dijalanin aja lagi. Namun jika tdk menaikkan Omzet, berarti Teknik Gratis itu salah sasaran. Teknik itu tidak menyentuh kebutuhan pelanggan. Jadi bukan tekniknya yg salah. Apalagi yg disalahkan usahanya. Sehingga harus ganti usaha. Ini pemikiran yang kurang tepat.

Saya pribadi menyarankan untuk mengganti sasaran tembaknya. Bukan senjatanya. Bukan juga orang yang menembak. Tapi targetnya.

Untuk kasus kedai kopi milik saudara Saya diatas, Saya menyarankan untuk me-re definisi ulang sasaran pelanggan. Apakah ibu-ibu, anak-anak, orangtua, pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, pns atau siapa. Jika sudah ditetapkan, baru dicari cara gimana buat narik mereka. Teknik Gratis adalah salah satu triknya.

Cara mudahnya, cari orang yg termasuk dalam sasaran. Suruh dia datang dan duduk lama pada toko. Kemudian tanya apa yang menarik. Apa yang tidak ada dan ada. Lalu cari kedai kopi yang paling laris di daerah itu. Bandingkan dengan kedai kopi miliknya. Nanti pasti ketemu solusi. Kalo belum ketemu berarti rezeki Saya he..he2. Anda bisa menghubungi Saya pada nomor handphone Saya pada blog ini. Saya akan bantu.

Ok. Sebelum Saya tutup, ini Saya kasi tau ya kepada semua pengusaha pemula. Setiap bisnis, apa pun jenis usahanya, tidak pernah mengalami yang namanya omzet naik terus. Palagi utk yg baru merintis. Tingkat McDonald yg memiliki cabang di seluruh negara saja, sering mengalami jatuh bangun. Jadi dalam bisnis, peristiwa apa pun itu lumrah, itu biasa. Jangan hanya karena masalah kecil, Anda harus tutup usaha. Ini kyknya bukan tipe pengusaha. Pengusaha itu harus tahan banting. Gagal itu berhenti. Berhasil itu Sabar dan Mau belajar. Bukan begitu ? Salam Sukses dari Saya !!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s