Berilah Makan Pikiran Anda

Molecular ThoughtsDahulu sampai sekarang Saya selalu diajak untuk menyerah. Saya selalu diajak untuk menerima saja kondisi Saya saat ini. Saya selalu diajak untuk bekerja saja di perusahaan, membangun keluarga kecil yang bahagia dan melanjutkan kehidupan seperti kebanyakan orang lainnya.

Saya selalu mendapatkan saran untuk tidak terlalu menggapai sebuah angan-angan yang terlalu muluk. Saya selalu mendapatkan nasehat seperti itu dari orangtua, saudara, teman dan rekan kerja Saya. Saya tidak terlalu menanggapinya. Saya hanya mengatakan Lihat Saja Nanti.

Saya bukanlah orang yang mudah menyerah. Meskipun kegagalan demi kegagalan yang Saya alami, Saya tidak akan menyerah. Meskipun Saya berasal dari keluarga sederhana, Saya bukanlah orang yang sederhana. Saya tidak peduli betapa hebatnya keadaan keluarga Saya, Saya tetap berusaha keras menggapai impian Saya sendiri.

Mungkin bagi sebagian orang menganggap keluarga Saya keluarga yang serba ada. Semua anggota keluarga memperoleh kebutuhan yang diinginkan. Tapi mereka tidak tahu bahwa kami pun serba kekurangan. Mereka tidak tahu bahwa kebutuhan kami sangat banyak yang tidak terpenuhi. Seperti kata orang bijak, “Rumput tetangga selalu lebih rimbun”.

Kita suka sekali membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Apakah itu bentuk anggota tubuh, keadaan keuangan, keadaan harta, model pakaian, gaya hidup, tipe kendaraan dan sebagainya. Padahal setiap orang memiliki harta yang terpendam, yang jika dikeluarkan dan dimanfaatkan, bisa membantu mereka mendapatkan apa pun yang mereka inginkan.

Apakah harta terpendam itu ?

Itulah Pikiran. Ya. Pikiran Anda. Pikiran Anda adalah harta terpendam yang tidak ada harganya. Nilainya melebihi apa pun yang ada di muka bumi ini. Hanya saja sebagian besar orang tidak memanfaatkannya. Bukan karena mereka tidak tahu. Tapi karena mereka tidak yakin. Hanya karena keadaan mereka, mereka menghakimi pikiran mereka sendiri.

Mereka menghakimi bahwa mereka adalah orang miskin, bodoh, tidak berguna, harus menggantungkan diri kepada perusahaan atau pemerintah dan sebagainya. Akhirnya mereka menampilkan diri mereka sebagaimana apa yang mereka pikirkan tersebut. Sikap dan perilaku mereka menjadi tidak bebas. Sikap dan perilaku mereka menjadi tidak merdeka. Mereka terpenjara dengan pikiran mereka sendiri.

Mengapa Saya tahu ? Karena Saya juga tidak jauh berbeda dengan Anda. Saya juga mengalami keadaan yang sama. Saya mengalami yang namanya dilecehkan. Saya mengalami yang namanya jadi seorang budak. Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan. Saya pernah bekerja di beberapa perusahaan dengan bidang yang berbeda.

Dari semua pengalaman Saya itu, Saya mempelajari bahwa bahwa jarang diantara perusahaan-perusahaan itu membantu Saya untuk menjadi sukses. Mereka semua hanya menginginkan tenaga dan pikiran Saya saja. Bukan membuat Saya menjadi pemilik perusahaan tersebut. Akan tetapi bukan berarti mereka jahat atau kejam atau zalim. Itu hanya mereka harus seperti itu. Jika tidak, mereka akan terlindas oleh kompetisi dari perusahaan lainnya.

Yang salah adalah Saya. Mengapa Saya mau. Mengapa Saya membiarkan diri Saya terus diperlakukan seperti itu. Bukankah Saya memiliki pilihan sendiri. Nah Alhamdulillah Saya tersadar. Pada tahun 2008, Saya tidak lagi membiarkan diri Saya terombang-ambang seperti itu. Saya memutuskan untuk menggapai impian Saya sendiri. Saya keluar dari perusahaan tempat Saya bekerja. Saya mulai membangun perusahaan Saya sendiri.

Melalui buku ini, Saya ingin memberitahu Anda bahwa Anda pun bisa seperti yang Anda inginkan. Anda bisa menjadi Impian Anda sendiri. Yang perlu Anda lakukan adalah memberi makan Pikiran Anda sendiri. Berilah makan pikiran Anda 10 kali lebih banyak dari Anda memberi makan perut Anda. Jika ini Anda lakukan percayalah Anda akan menjadi apa yang Anda impikan selama ini.

Untuk memberi makan Pikiran Anda ada beberapa cara yang bisa Saya sarankan. Diantaranya adalah membaca buku. Eh sebentar….tunggu dulu. Apakah Saya mendengar sesuatu. Apakah Saya mendengar pikiran Anda mengatakan sesuatu. Saya tahu apa yang Anda pikirkan. Percayalah itu bukan Anda. Itu pikiran negatif Anda. Jika Anda mau sukses, jangan dengar pikiran negatif Anda.

Membaca buku mungkin kedengarannya sebuah hal yang sangat membosankan. Duduk diam melihat kertas demi kertas, yang ditulis oleh seseorang yang tidak Anda kenal dan menyarankan sesuatu yang tidak Anda suka, memang sesuatu yang sangat membosankan. Rasa-rasanya Anda ingin melempar buku tersebut.

Ibu, Bapak, Saudara, Rekan, Teman, Sahabat, Kawan yang Saya hormati. Mohon dengarkan Saya. Mohon berilah Saya sedikit ruang dalam pikiran Anda. Saya mohon berilah sedikit waktu untuk membaca beberapa tulisan Saya dibawah ini. Setelah itu Anda boleh mengabaikannya.

Saya juga awalnya memiliki pikiran yang sama dengan Anda. Bertahun-tahun yang lalu, Saya membenci membaca buku. Saya lebih suka nonton film yang Saya sukai. Saya lebih suka berkenalan dengan gadis cantik yang lewat di depan rumah Saya. Saya lebih suka berjalan-jalan ke tempat-tempat yang Saya sukai.

Namun apa yang terjadi, kesenangan Saya itu tidak lama. Kesenangan Saya itu berakhir setelah uang Saya habis. Karena uang Saya habis, Saya tidak bisa lagi melanjutkan kegiatan yang menyenangkan tersebut. Singkat cerita Saya duduk termenung di sudut kamar kos dan merenung, mengapa Saya tidak memperoleh waktu lebih lama untuk kesenangan. Mengapa waktu untuk kesenangan itu sangatlah cepat.

Ternyata jawabannya terletak di Pikiran Kita. Pikiran kitalah yang mengaturnya. Pikiran Kitalah yang menentukan berapa lama kesenangan itu. Dan Pikiran Kita juga yang membuat waktu awal atau waktu akhirnya.

Jika Anda banyak mendengarkan beberapa Orang Sukses, dalam beberapa buku yang mereka tulis, Anda pasti mengetahui bahwa Pikiran Kita bisa menembus ruang, jarak dan waktu. Jadi jika Anda berpikir bahwa kesenangan itu hanya sementara maka kesenangan itu akan terjadi hanya sementara. Begitu pula sebaliknya.

Jadi jika Anda berpikir bahwa kesenangan itu lama dan langgeng maka kesenangan itu akan terjadi lama dan langgeng. Semua terjadi menurut Pikiran Anda. Sebenarnya hal itu bukanlah keadaan sebenarnya. Akan tetapi hal itu karena pikiran kita, kita arahkan ke pikiran negatif daripada pikiran positif.

Mengapa  ? Karena memang lebih mudah mengeluarkan pikiran Negatif daripada Pikiran Positif. Kalau tidak, sudah pasti lebih banyak Orang Sukses daripada orang gagal, bukan ?

Saya mempelajari bahwa ternyata membaca buku bisa mengalihkan Pikiran Negatif ke dalam Pikiran Positif. Kita tidak bisa menghilangkan Pikiran Negatif yang ada dalam Pikiran Kita dengan membedah Otak Kita lalu membuang Pikiran Negatif tersebut. Tidak bisa. Ini sama saja dengan bunuh diri.

Kita hanya bisa menghilangkan Pikiran Negatif dengan selalu mengisinya dengan Pikiran Positif. Salah satunya dengan membaca buku. Kalau boleh Saya analogikan begini.

Umpama pikiran Negatif itu cairan tinta pulpen. Sedangkan Pikiran Positif itu air putih. Dan Otak Anda adalah gelas. Apakah Anda bisa menghilangkan tinta pulpen dengan tanpa memecahkan gelasnya. Tentu sulit bukan ? Anda hanya bisa menghilangkannya dengan terus menerus mengisinya dengan air putih. Sehingga tinta itu akan hilang seiring dengan banyaknya air putih yang masuk. Begitulah dengan Otak Anda. Jika Anda terus menerus membaca buku maka Otak Anda akan penuh dengan Pikiran-pikiran Positif. 

Saya menemukan bahwa sebagian besar orang tidak mau membaca buku bukan karena buku itu jelek. Bukan. Sebagian besar orang tidak suka membaca buku karena kondisi emosional mereka berbeda dengan kondisi emosional penulis buku tersebut. Jika mereka memiliki kondisi emosional yang sama dengan penulis buku tersebut, memiliki minat dan antusias yang sama dengan penulis buku tersebut, Saya yakin pasti mereka semua, rajin membaca buku tersebut. Ini sama dengan film dan tempat rekreasi yang ingin kita nonton dan kunjungi.

Mengapa Anda suka terhadap film tertentu dan tempat rekreasi tertentu ? Saya yakin Anda suka karena kondisi emosional yang ingin Anda raih, ada pada film dan tempat rekreasi tersebut. Anda merasa sangat senang, bahagia dan penuh suka cita tatkala Anda menonton film, dan mengunjungi tempat rekreasi tersebut. Jika hal itu Anda terapkan dengan membaca buku, Anda pasti senang membaca buku.

Izinkan Saya memberitahu sebuah ilustrasi. Mudah-mudahan Anda mengerti maksud dan tujuan Saya.

Biasanya sebuah buku  (yang best seller tentunya) ditulis berdasarkan pengalaman seseorang. Pengalaman seseorang biasanya mengalami jangka waktu antara 20 sampai dengan 35 tahun. Jadi jika Anda membaca satu buah buku, berarti anda menghemat waktu sekitar 20 s.d 35 tahun hidup Anda. Anda bisa melakukan apa yang tidak seharusnya dilakukan dan Anda bisa menghindari tindakan yang seharusnya tidak perlu Anda lakukan berdasarkan pengalaman dari penulis buku tersebut.

Contohnya begini.

Katakanlah sekarang Anda telah membeli sebuah buku. Buku itu tentang pengalaman seseorang. Pengalaman dari seseorang yang telah memperoleh penghasilan Rp 1 Milyar. Karena Anda ingin sekali memperoleh penghasilan Rp 1 Milyar per bulan, Anda ingin sekali membaca buku itu. Akan tetapi karena beberapa kesibukan Anda, Anda tidak sempat membaca buku tersebut.

Anda sudah tahu bahwa dalam buku itu Anda akan memperoleh cerita pengalaman tentang bagaimana seseorang memperoleh penghasilan Rp 1 Milyar per bulan. Anda yakin sekali kebenaran dari buku itu. Keyakinan Anda ini Anda peroleh dari sebuah program televisi yang ditonton oleh jutaan pemirsa di seluruh dunia.

Dalam acara televisi itu, Anda melihat orang itu. Anda melihat persis bagaimana sikap dan tutur katanya, yang menceritakan pengalaman dirinya dalam melalui proses perjalanan bagaimana mendapatkan penghaslan Rp 1 Milyar. Anda ingin sekali bertemu dengannya. Namun karena keterbatasan jarak dan kondisi keuangan, Anda mengurungkan niat Anda. Anda hanya mampu membeli buku yang ditulis oleh orang tersebut. Dan buku itulah yang sekarang Anda ingin membacanya.

Nah sekarang Saya ingin menanyakan kepada Anda beberapa pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah,

Apakah Anda berbeda dengan orang itu ?

Apakah Anda memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda dengan orang itu ?

Apakah Anda memiliki kemampuan yang berbeda dengan orang itu ?

Apakah Anda hidup di sebuah tempat yang makanan dan minumannya berbeda dengan orang itu ?

Apakah Anda memiliki jumlah waktu bekerja yang berbeda dengan jumlah waktu bekerja yang dimiliki oleh orang itu ?

Jika Anda mengetahui apa yang diketahui oleh orang yang ada di acara televisi itu, Apakah Anda tidak tahu bagaimana caranya mendapatkan penghasilan Rp 1 Milyar per bulan ?”

Jika dia saja bisa mendapatkan penghasilan Rp 1 Milyar per bulan, apakah Anda tidak bisa ?

Jika dia saja bisa menulis buku bagaimana caranya mendapatkan penghasilan Rp 1 Milyar per bulan, apakah Anda tidak bisa ?

Nah coba bayangkan Anda sekarang seperti orang itu ( orang yang ingin membaca buku). Apakah Anda tidak antusias membaca sebuah buku. Itulah sebabnya Saya katakan diatas, sebagian besar orang tidak suka membaca buku bukan karena buku itu tidak bagus.

Semua buku bagus. Semua buku memiliki cerita yang baik dan bermanfaat. Tapi karena kondisi emosional yang ingin dia raih, tidak ada pada buku yang ingin dia baca maka dia tidak antusias membaca buku. Karena dia tidak suka atau tidak tertarik kepada sebuah buku seperti dia tertarik dengan film atau tempat rekreasi yang ingin dia kunjungi, maka dia tidak akan tertarik untuk membaca sebuah buku.

Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Apa pun yang Anda inginkan dalam hidup Anda, Anda bisa mendapatkannya. Dan semua yang Anda inginkan, sudah ada orang lain yang berhasil mendapatkanya. Dan biasanya hal itu sudah ada tulisannya, Sudah ada bukunya. Anda hanya perlu mencarinya. Anda hanya perlu rmembelinya. Kemudian mengikuti 100% apa yang disarankannya. Jika Anda mengikuti semua sarannya, semua kebiasaanya, semua sikap dan perilakunya, Anda pun bisa mendapatkan apa yang ia dapatkan.

Oleh karena itu Saya menyarankan kepada Anda untuk segera memulai untuk memiliki kebiasaan membaca buku. Saya sarankan kepada Anda untuk membaca buku sebanyak-banyaknya. Terutama kepada bidang yang ingin Anda kuasai demi kesuksesan Anda. Apakah itu bidang ekonomi, teknologi, pengembangan diri, musik, olahraga atau apa pun. Terserah Anda. Jika Anda ingin Sukses, Berilah makan pikiran Anda 10 kali lebih banyak dari Anda memberi makan perut Anda.

Jika Anda tidak mampu membelinya, Anda bisa mengunjungi beberapa website di internet. Di sana banyak artikel-artikel gratis yang mungkin sesuai dengan minat Anda. Yang penting bukanlah apa yang Anda miliki. Yang penting apa yang masuk ke dalam Pikiran Anda dan bisa menjadi sumber daya penggerak kesuksesan Anda. Berhati-hatilah menggunakan Pikiran Anda dan mengarahkannya. Karena Pikiran Anda adalah senjata yang paling hebat yang pernah Anda miliki selama hidup Anda.

Good Luck !!! Wassalam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s