Bagaimana Merubah Perilaku Seseorang Seketika

stop-behaving-like-a-six-year-oldBeberapa waktu yang lalu Saya berkesempatan bertemu dengan salah seorang pegawai satuan pengamanan sebuah sekolah negeri di Aceh. Awalnya Saya tidak ada niat untuk mengadakan pertemuan. Apalagi untuk berdiskusi. Namun karena sesuatu hal, akhirnya kami bertemu dan terlibat dalam sebuah pembicaraan yang lumayan alot.

Kami berdiskusi berbagai hal. Mulai dari situasi politik negara sampai situasi keamanan sekolah. Diskusi kami sangat panjang ketika kami membahas tentang bagaimana merubah perilaku buruk seorang anak sekolah dalam waktu seketika.

Kebetulan disitu ada salah seorang saudara Saya yang ikutserta. Dia lah yang selalu memicu sebuah pembicaraan santai menjadi sebuah perdebatan ilmiah. Saya bukan menyalahkannya. Saya hanya takut membuat toko miliknya menjadi sepi pengunjung. Namun ternyata perdebatan kami mendatangkan begitu banyak pengunjung. Sepertinya perdebatan kami membuat omzet penjualan tokonya menjadi naik secara signifikan. Ha..ha..ha. Rezeki bagi saudara Saya. Alhamdulillah.

Katakanlah pegawai satpam itu namanya Tuan H. Tuan H ini berperawakan tinggi, kurus, rambut agak ikal dan berkacamata. Suaranya begitu tegas dan jelas. Sosok yang menampilkan seseorang yang penuh tanggungjawab. Saya setuju sekali keputusan sang kepala sekolah menunjuk beliau sebagai kepala satuan pengamanan sekolah. Soalnya Saya lihat dari gaya bicaranya, beliau sangat mumpuni.

Dalam perjalanan kami berdiskusi, ada sebuah momen dia menceritakan sebuah pengalaman dirinya dalam merubah perilaku buruk seorang anak sekolah. Dia menceritakan bahwa ada salah seorang murid dari sekolah itu yang memiliki kebiasaan merokok. Kebiasaan itu sangat bertentangan sekali dengan peraturan sekolah. Beliau ingin sekali merubah perilaku anak didik tersebut. Tapi beliau juga tidak ingin memaksanya. Beliau hanya ingin peraturan sekolah ditegakkan. Sesuai dengan amanah kepala sekolah. Kemudian beliau berpikir. Berpikir keras bagaimana caranya agar kebiasaannya itu tidak diulangi kembali dan perubahan itu bisa langgeng. Atau berubah dalam waktu jangka lama. Bukan sesaat.

Akhirnya beliau menemukan solusinya. Beliau mulai melakukan interogasi. Setelah beberapa pertanyaan, beliau menemukan bahwa ternyata anak itu memiliki impian menjadi seorang polisi. Aha. Akhirnya beliau tahu bagaimana merubah perilaku buruk tersebut.

Strategi beliau adalah mengait-ngaitkan impiannya dengan perilaku buruknya. Beliau berpikir bagaimana kalau dia mengarahkan larangannya itu kepada tercapainya impian anak tersebut. Beliau ingin mengaitkan antara impian anak itu dengan larangan tidak boleh merokok.

Beliau mengatakan kepada anak itu bahwa untuk menjadi seorang Polisi sejati itu harus memiliki fisik yang sehat dan bugar. Dan fisik yang sehat dan bugar itu hanya bisa diperoleh dari menghilangkan semua kebiasaan buruk. Salah satunya adalah kebiasaan merokok.

Beliau mengatakan bahwa merokok boleh-boleh saja. Tidak ada yang melarang seseorang untuk merokok. Tapi itu hanya untuk orang biasa. Bukan untuk menjadi seorang Polisi. Terutama seorang Polisi Sejati. Seorang Polisi sejati harus bebas dari kebiasaan merokok. Jadi beliau mengajak anak itu untuk tidak merokok. Kalau bisa untuk selamanya. Akan tetapi ajakan itu terserah kepada anak itu. Jika dia ingin menjadi seorang Polisi sejati, anak itu harus menghilangkan kebiasaan merokok. Jika tidak juga tidak apa apa. Semua terserah kepada anak itu.

Padahal Saya dan beliau tahu persis, intinya beliau hanya ingin merubah agar anak itu tidak merokok di sekolah. Tidak lebih. Mau merokok boleh. Silahkan. Tapi di luar sekolah. Yang penting jangan di sekolah.

Akhirnya apa yang terjadi. Ternyata anak itu menuruti kemauan Tuan H. Anak itu benar-benar membuang kebiasaan merokoknya. Meskipun tidak dalam waktu singkat, setidaknya strategi beliau berhasil. Beberapa minggu kemudian, anak itu tidak merokok lagi di sekolah. Bahkan menurut informasi dari teman-temannya dia tidak merokok lagi sejak terakhir dia tidak merokok di sekolah. Singkat cerita anak itu sekarang sudah menjadi seorang Polisi dan ditempatkan di daerah Papua.

Alhamdulillah. Saya bersyukur telah bertemu dengan Tuan H. Saya jadi menemukan pelajaran dan fakta bahwa dugaan, teori dan pernyataan seorang penulis ternama tentang adanya strategi perubahan perilaku secara seketika itu benar adanya. Strategi itu bukan omong kosong. Strategi itu telah dibuktikan dan direalisasikan sebagian oleh Tuan H. Kenapa sebagian ?

Karena Tuan H hanya bisa melakukannya dalam waktu lama. Bukan dalam waktu singkat. Sementara penulis ternama itu bisa melakukannya dalam waktu 15 menit. Wow…15 menit ? “Mustahil. Gk mungkin..” kata Saudara Saya. Tapi Saya yakin itu benar adanya. Itu riil. Itu kenyataan. Buktinya lihat kasus Tuan H terhadap anak didiknya. Cuma tinggal dimodifikasi saja. Dan Saya akan membuktikan bahwa hal itu bisa direalisasikan. Karena Saya paham Hukum Keyakinan. Hukum Keyakinan menyebutkan bahwa Keyakinan Melahirkan Kenyataan. Kalau Kita Yakin Kita bisa, Kita pasti BISA….!!!

Saya ingin sekali menemukan cara itu. Saya ingin sekali menemukan cara bagaimana merubah perilaku seseorang dalam waktu 15 menit. Saya akan terus berusaha dan berkeliling ke seluruh tempat di Indonesia untuk menemukan cara bagaimana strategi dan teknik merubah orang dalam waktu 15 menit. Apakah dia ingin menjadi orang baik, menjadi orang soleh atau solehah, penurunan berat badan, menghilangkan ketergantungan pada narkoba, menjadi seseorang yang selalu bersemangat dan antusias, menjadi seseorang yang berpenghasilan diatas rata-rata atau menjadi seorang pasangan hidup yang menawan. Semua bisa berubah.

Apa pun tujuan orang, Saya ingin semua orang bisa menggunakan strategi dan cara itu. Saya ingin semua orang bisa mengambil manfaat dari strategi dan cara yang akan Saya temukan nanti. Saya ingin strategi dan cara itu sangat sederhana dan bisa digunakan oleh anak SMP sekalipun. Insya Alloh Saya pasti menemukannya.

Good Luck…Wassalam..!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s