Buah-buahan adalah Sumber Energi Terbaik

Fruits

Kesehatan itu penting. Dan memang penting. Jangan menganggap sepele masalah kesehatan. Jangan pernah. Seseorang tidak akan pernah tahu betapa pentingnya kesehatan sebelum dia mengalami dan menderita yang namanya sakit. Sungguh Teman, Sakit itu tidak enak. Tapi heran banyak juga orang menganggap menjaga kesehatan itu hanya sekedar nasehat orangtua yang usang dan kadang tidak menggigit. Mereka sering nyeletuk seperti ini,

Ah ngapain terlalu mikirin kesehatan, kalo udah ajal, nanti mati juga koq…”.

Begitulah kira-kira anggapan sebagian orang. Mereka menganggap menjaga kesehatan itu hanya takut mati. Hanya untuk menghindari kematian. Jika takut mati sudah tidak ada lagi, maka mereka akan melahap apa saja yang mereka sukai.

Logika sesat yang tampak benar tapi berbeda dengan kenyataan dan sangat jauh dari kebenaran. Jika memang ajal itu bisa diketahui (walaupun itu mustahil dan memang mustahil), bukan berarti kesehatan tidak dijaga. Bukankah dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa menjaga kesehatan tubuh sendiri itu berpahala. Apakah kita tidak mau menambah pahala ?

Alhamdulillah kurang lebih 10 tahun ini Saya tidak pernah berobat ke dokter atau masuk rumah sakit. Bukan Saya sombong. Tapi memang begitu adanya. Saya memohon kepada Alloh SWT agar Saya senantiasa diberikan kesehatan yang prima. Karena sakit itu memang tidak enak.

Saya pernah melihat kedua orangtua Saya sakit. Mereka tergeletak begitu saja di tempat tidur. Kemana-mana tidak bisa. Sungguh sedih melihatnya. Padahal sebelumnya mereka benar-benar menjaga kesehatan tubuh mereka. Tapi itulah sakit. Sakit datang tidak mengenal orang dan usia. Ia akan menyerang bagi sesiapa yang tidak membentenginya.

Oh ya Saya selalu menjaga kesehatan tubuh Saya sendiri. Saya selalu memilih makanan yang akan Saya konsumsi. Tidak sembarangan. Untuk mengetahuinya, Saya selalu membaca tentang kesehatan. Waktu-waktu sebelumnya Saya malas. Akan tetapi Semenjak Saya melihat orangtua Saya sakit, Saya seperti mania membaca. Khususnya tentang kesehatan dan dunia kedokteran.

Mulai dari artikel, surat kabar, majalah, tabloid, buku sampai dengan website di internet, semua Saya baca. Rasanya tiada hari tanpa membaca. 70% dari waktu Saya sehari-hari Saya gunakan untuk membaca. Dan ketika Saya silaturahmi ke tempat saudara atau teman, Saya selalu berbicara tentang kesehatan. Sampai-sampai mereka eneg mendengarnya. Bingung juga kenapa. Mungkin karena terlalu banyak yang Saya baca. Jadi begitu ketemu orang, apa yang Saya baca keluar semua…hahaha. Bahkan terkadang Saya dijuluki dokter oleh saudara dan teman-teman Saya. Sementara Saya tidak pernah mengenyam pendidikan kedokteran. Yah begitulah orang. Ada ada saja cara perhatian mereka.

Saya selalu mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran. Jarang sekali Saya makan daging. Paling-paling hanya sewaktu hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Itu pun karena dikasih orang lain. Jika tidak mungkin Saya tidak pernah mau makan daging. Saya juga selalu menjaga shalat. Shalat ini penting.

Menurut Saya, ibadah Shalat sangat efektif untuk menyeimbangkan pikiran negatif dan positif. Saya merasa tidak ada kegiatan yang lebih hebat dari Shalat untuk mengatur pikiran agar tetap tenang dan tentram. Modus ya ? Bukan. Ini fakta. Jika Anda gk percaya, coba aja sendiri.

Saya juga selalu membaca Al-Qur’an. Bagi Saya membaca Al-Qur’an itu sangatlah membuat perasaan Saya lapang. Bahkan menurut penelitian ilmuwan saraf, seseorang yang rutin membaca Al-Qur’an akan meningkatkan fungsi dari sel-sel saraf pada otaknya. Mungkin itulah sebabnya Saya mudah sekali mencerna apa yang Saya baca. Saya juga mudah mengambil kesimpulan dari apa yang Saya baca dan berbagi kepada orang lain apa yang bisa Saya simpulkan tadi.

Saya selalu menghindar dari rasa marah dan apa pun penyebabnya. Marah itu memang perlu pada situasi tertentu. Namun Saya pikir tidak ada untungnya marah. Karena orang bukanlah perilakunya. Jika kita juga marah, kita akan sama dengan dunianya. Jadi bisa saja kita jadi ikut-ikutan menjadi orang pemarah.

Saya juga manusia biasa. Saya juga pernah sakit. Namun sakit Saya tidak parah-parah amat. Ketika Saya merasa sakit, Saya diet buah-buahan dan sayuran. Caranya Saya diet satu atau dua buah selama seharian. Tidak ada yang Saya makan selain buah tersebut. Alhamdulillah sakit yang Saya derita berkurang. Itulah yang Saya lakukan. Namun bukan berarti kebiasaan Saya bagus. Mungkin saja kebiasaan Anda lebih bagus daripada Saya. Saya disini hanya berbagi apa yang Saya lakukan ketika menjaga kesehatan tubuh Saya sendiri. Dan Alhamdulillah buktinya Saya bebas dari obat-obat dokter selama kurang lebih 10 tahun. Dan tentu menghemat uang Saya ratusan juta rupiah.

Apa saja buah-buahan yang Saya konsumsi ? Oh ada banyak. Mulai dari jeruk, pisang, mentimun, semangka, apel, mangga, manggis, alpukat, tomat, jambu, belimbing, pepaya, nenas, kelapa, anggur, sirsak, melon dan sebagainya. Untuk sayur, Saya mengkonsumsi bayam, kangkung, kacang panjang, kacang tanah, brokoli, seledri, daun singkong, daun pepaya, tauge, labu, terong dan sebagainya. Wah banyak juga ya. Tapi memang semua Saya konsumsi lho. Bukan pamer pamer gk jelas.

Saya pernah membaca sebuah buku. Kalau tidak salah judulnya tentang Enzim. Ya. Enzim. Apakah Anda tahu apa itu Enzim ? Saya juga tidak tahu persis. Haha…Kalau Anda tidak tahu dan ingin mengetahui lebih lanjut, Anda cukup tanya Om Gugel. Saya yakin beliau akan menjawabnya dengan seketika..hehe..

Penulis buku itu kebetulan seorang dokter spesialis penyakit dalam. Ya itu penyakit yang ada dalam perut. Apa pun keluhan yang Anda alami dalam perut Anda, ya tanya dia. Dia ahli tuh. Menurut penulis buku itu katanya dia sudah merawat dan mendiagnosa puluhan bahkan ratusan perut orang. Wow !! Ngeri juga dengernya. Dia sudah meneliti tentang apa dan bagaimana perut orang yang sehat dan yang sakit.

Setelah dia melihat, meng-observasi dan meneliti, dia mengambil kesimpulan bahwa yang menjadi perbedaan terbesar antara perut orang sehat dan perut orang sakit adalah seberapa banyak enzim berkeliaran dalam perutnya. Jika seseorang memiliki enzim yang cukup dalam tubuhnya maka dia akan terbebas dari yang namanya sakit. Katanya enzim ini akan mempercepat proses semua kegiatan menyembuhkan dalam tubuh kita. Nah itu katanya. Jadi mengapa Saya bisa sehat dan tidak pernah masuk rumah sakit serta bebas dari obat dokter, mungkin karena enzim itu.

Lalu pertanyaannya adalah dari manakah Sumber Enzim itu ?

Penulis buku diatas mengatakan dalam bukunya bahwa sumber terbesar enzim adalah buah-buahan dan sayuran. Nah kedua makanan inilah yang memasok enzim. Kurang lebih seperti Supplier gitu lah. Buah-buahan dan sayuran yang alami, memicu pembentukan enzim dalam tubuh kita. Sehingga semua sel-sel tubuh kita memperoleh energi. Energi itu masuk ke dalam tubuhnya dan menjadi semacam tentara khusus penghancur penyakit. Karena mereka kuat dan tangguh tentu mereka akan bekerja semua. Jika mereka bekerja, tentu juga mereka akan mencari musuh penyebab penyakit dan menghancurkannya. Alhasil tubuh kita terbebas dari penyakit sampai ke akar-akarnya. Begitu katanya lho.

Dan sebenarnya buah-buahan dan sayuranlah sumber energi kita. Bukan nasi atau mie goreng atau roti bakar atau junk food yang iklannya sering nongol di televisi itu. Buktinya lihat saja kambing. Apakah dia pernah makan daging atau nasi. Tidak pernah bukan? Makanan yang paling dia sukai adalah sayuran dan sayuran. Jika kita kasi dia selain itu, pasti dalam waktu beberapa jam, dia akan tergeletak dan dalam pikirannya tertulis MAYDAY MAYDAY !!!..haha…Sekian..

Good Luck…Wassalam..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s